Minggu, 30 Oktober 2016

Kuda



Kuda disebut 138 kali dalam Alkitab Ibrani (137 kali kuda jantan dan hanya sekali kuda betina dalam Kid 1:9) dan sebagian terbesar dalam konteks perang atau yang ada hubungannya dengan perang. Kuda dalam Alkitab dapat dikatakan kuda perang. Frasa “ kuda dan kereta perang atau kereta kuda perang” cukup kerap ditemukan (kurang lebih 30 kali). Kuda pos disebut hanya dua kali (Est 8:10,14), sedang kuda pacu tidak pernah. Dalam kitab-kitab yang aslinya ditulis langsung dalam bahasa Yunani kuda disebut 38 kali.
            Kuda adalah binatang yang gagah rupanya dan kuat, tetapi juga mahal karena makanannya adalah “jelai dan jerami” (1Raj 5:8/4:28). Kuda juga tidak mudah dijinakkan. Perlu seni tersendiri (Mzm 32:10). Kekaguman paraa pengarang Alkitab terhadapa kuda perang khususnya terhadap kuda perang Asyur dan Mesir diungkapkan di beberpa tempat dengan cukup tajam. Dengus dan ringkusnya membuat gemetar (Yer 6:22-26; 8:16). Kecepatannya berlari bisa lebih tinggi dari pada kecepatan macan tutul (Hab 1:8; bdk. Yer 12:5, Yl 2:4) dan keganasannya lebih dari serigala di waktu malam (Hab 1:8). Nah 3:1-3 adalah suatu lukisan tentang kedahsyatan pasukan berkuda Asyur. Demikian pula Yes 5:26-30! Keganasan seekor kuda perang yang terlatih dilukiskan secara sempurna oleh Ayb 39:19-25/22-28). Lukisan besar ini pantas dinikmati: Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda? Engkaukah yang mengankan surai kepada tengkuknya? Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang? Ringkiknya yang dahsyat mengerikan. Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira, dengan kekuatan ia maju menghadapai senjata. Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati, dan ia pantang mundur menghadapai pedang. Di atas dia tabung panah gemerincing. Tombak dan lembing gemerlapan; dengan garang dan galak dilulurnya tanah, dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala; Ia meringkik setiap kali sangkakala ditiup; dan dari jauh sudah diciumnya perang gertak para panglima dan pekik.         
Akan tetapi, nabi Yeremia (627-586 SM) dalam kejengkelannya terhadap orang Israel karena nafsu mereka yang tak terkendalikan dalam hal dosa membandingkan mereka dengan kuda yang menceburkan diri dalam perang (Yer 8:6). Yeremia memang tajam dalam memberikan perbandingan-perbandingan dari hidup kuda (Yer 5:8; 12:5).
            Memiliki pasukan berkuda yang kuat adalah dambaan setiap pemerintahan waktu itu. Kuda adalah gengsi dan pasukan berkuda adalah andalan dalam pertempuran. Orang pertama dalam sejarah Israel yang melakukan, politik kuda ialah Raja Salomo (1010?-930 SM). Beliau adalah salah seorang pengimpor dan pedagang kuda yang paling besar pada zamannya: kuda untuk Salomo didatangkan dari Misraim (Mesir) dan dari Kewe;saudagar-saudagar raja membelinya dari Kewe dengan harga pasarr. Sebuah kereta perang yang didatangkan dari Misraim berharga sampai enam ratus syikal perk dan seekor kuda sampai seratus lima pulus syikal; dan begitu juga melalui mereka dikeluarkan semuanya itu kepada semua raja orang Het dan kepada raja-raja Aram (1Raj 10:28-29).
Politik kuda ini berulang kali mendapat tantangan dari para nabi (Hos 1:7; 14:4; Mi 5:9). Kami berikan satu contoh dari kecaman nabi Yesaya (740-689) terhadap politik raja Hizkia:
Celakalah orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yag mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada yang Mahakudus Allah Israel dan tidak mencari Tuhan (Yes 31:12).
            Politik kuda ini ditentang karena orang lebih mengandalkan kekuatan duniawi dari pada percaya kepada Tuhan. Keselamatan tidak berasal dari kuda, tetapi dari tuhan (Mzm 20:8, 33:16-17, 18-19). Tuhan tidak senang kepada kegagahan kuda. Ia tidak senang kepada otot laki-laki (pasukan berkuda yang gagah) (Mzm 147:10). Kuda memang diperlangkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan (Ams 21:31). Raja damai yang datang dengan seekor keledai beban yang muda akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan dan ia akan memberikan damai kepada bangsa-bangsa (Za 9:10).     
Meskipun politik kuda ini sewajarnya ditentang, tetapi ada tradisi yang menjuluki masing-masing nabi Elisa (2Raj 13:14) dan Elia (2Raj 2:12), kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda.
            Kita lihat sebentar tentang bagal (dari bahasa Arab) yakni peranakan kuda dengan keledai, bapa kuda induknya keledai. Bagal disebut 15 kali dalam Alkitab dan beberapa kali (6x) bersama-sama dengan kuda. Kendaraan pribadi Daud adalah seekor bagal dan bukan kuda (1Raj 1:33, 38,44). Demikian pula anak-anaknya memiliki seekor bagal (2Sam 13:29). Ada kemungkinan bagal menjadi kendaraan keluarga kerajaan. Akan tetapi, ketika Absalom mau merebut kekuasaan dari Daud bapanya, dia memecahkan kebiasaan ini dengan menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan 50 orang yang berlari di depannya (2Sam 15:1).

Disadur dari Alkitab dan Ketanahannya (Berthold Anton Pareira O.Carm)


Tidak ada komentar:

SEDEKAH MENURUT AGAMA ISLAM

1.PENGANTAR Sedekah merupakan ibadah sosial bagi umat Islam. Sedekah mempunyai kaitan yang erat dengan orang lain. Adapun alasan umat Isl...