Selasa, 01 November 2016

Anjing



Mengherankan bahwa anjing hampir tidak pernah disebut secara positif dalam Alkitab kecuali dalam kitab Tobit di mana anjing menjadi teman seperjalanan yang setia (Tob 5:17; 11:4) pada halnya anjing digunakan sebagai penjaga kambing domba (Ayb 3)1) dan rumah (Kel 11:7; Yes 56:10). Pada waktu perang anjing muncul untuk meminum darah dan memakan jenazah orang yang gugur (Mzm 68:24).
            Pandangan yang rendah terhadap anjing tampak dari pernyataan dan perbandingan yang diambil dari perilaku anjing atau sikap manusia terhadapnya. Anjing itu menjijikkan (bdk. Luk 16:21) dan bodoh karena kembali ke muntahnya sendiri (Ams 26:11; bdk. Peribahasa: “Umpama anjing makan muntahnya” artinya orang tamak dan loba yang tidak memilih-milih keuntungan asal untunglah). Anjing itu pelahap (Yes 56:11) dan pemakan bangkai (perbahasa Indonesia: “seperti anjing beroleh bangkai” = sangat rakus). Adalah suatu hukuman dan kutukan yang mengerikan serta hina apabila mayat dibiarkan begitu saja dan tidak dikuburkan sehingga anjing-anjing
menjilat darahnya (waktu perang atau dibunuh) dan mencabik-cabik tubuhnya (bdk. 1Raj 21:19, 23; 22:38; 2Raj 9:10,36). Biasanya, mayat diseret-seret dahulu sebelum dilahap (bdk. Yer 15:3) sebutan anjing juga dikenakan pada orang semburit (Kel 23:19/18). Apabila anjing yang hidup sudah dianggap hina (1Sam 17:43), apalagi anjing yang sudah mati (1Sam 24:15; 2Sam 9:8; 16:9). Akan tetapi, anjing yang hidup lebih baik dari pada anjing yang mati (Pkh 9:4).
            Pemimpin-pemimpin yang jahat yang tidak menjalankan tugasnya dan hanya makan dan minum serta mengejar loba dibandingkan dengan anjing. Mereka tidak menyalak untuk memberi tanda bahaya dan pelahap seperti anjing. Mereka hanya melamun dan suka tidur saja (Yes 56:9-12). Musuh yang tidak mengenal belas kasihan dan yang kelaparan mencari mangsanya juga dibandingkan dengan anjing (Mzm 22:17,21; 59:7, 15). Dari sebab itu, “hati-hatilah terhadap anjing-anjing” (Flp 3:2; bdk. Why 22:15).       
Kisah Gideon (Hak 6-8) memiliki suatu perbandingan yang cukup menarik berhubungan dengan anjing. Pasukan yang diperbolehkan ikut berperang bersama Gideon melawan orang Midian hanyalah “orang yang menghirup air (sungai) dengan lidahnya seperti anjing menjilat”,  sedang yang berlutut untuk minum tidak diperbolehkan (Hak 7:4-7). Persyaratan ini rasanya merendahkan martabat manusia. Masakan mereka harus disuruh minum ala anjing. Tuhan memang selalu memandang orang yang hina dina dan berkarya melalui hamba-hamba-Nya yang rendah hati. Keselamatan itu datang dari Allah. Dari sebab itu, tidak ada orang yang dapat memegahkan dirinya di hadapan-Nya (Hak 7:2).

Disadur dari Alkitab dan Ketanahannya (Berthold Anton Pareira O.Carm)

Tidak ada komentar:

SEDEKAH MENURUT AGAMA ISLAM

1.PENGANTAR Sedekah merupakan ibadah sosial bagi umat Islam. Sedekah mempunyai kaitan yang erat dengan orang lain. Adapun alasan umat Isl...